Kelas Intensive setelah UN

Kelas Intensive setelah UN dibuka terbatas. Mulai belajar setelah UN sampai penerimaan Tni/Polri. Lama belajar sekitar satu sampai satu setengah bulan.

Penerimaan hanya 6 kelas. Kuota biasanya cepat penuh karena program intensive ini paling diminati oleh peserta dari luar kota yang masih kelas 3 SMA/sederajat. Karena mereka masih sekolah dan tidak bisa bimbel berhubung jauh,  mereka memilih kelas yang dimulai setelah UN.

Untuk booking Program Intensive, peserta mengisi formulir di kantor Praja Edukasi terdekat dan hanya membayar uang pendaftaran Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah). Uang pendidikan dibayarkan sebelum belajar atau setelah UN.

Apabila peserta mendaftar pada bulan November dan Desember 2018, maka peserta masih mendapatkan biaya promo yakni Rp 1.950.000 (satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah).

Apabila pendaftaran setelah Desember, maka peserta membayar dengan biaya Normal Rp 3.250.000 (tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

***

***

Informasi Penerimaan Aim

PERSYARATAN TARUNA POLTEKIM (POLITEKHNIK IMIGRASI)

Persyaratan Pendaftaran POLTEKIM

  1. Warga Negara Republik Indonesia.
  2. Pria/Wanita.
  3. Pendidikan SLTA sederajat dengan Ijazah minimal rata-rata 7,0 (tujuh koma nol) dan nilai Bahasa Inggris sekurang-kurangnya 7,0 (tujuh koma nol) pada rapor semester akhir. Khusus untuk pelamar yang menyelesaikan pendidikan SLTA sederajat di Papua dan Papua Barat nilai Ijazah minimal rata-rata 6,0 (enam koma nol) dan nilai Bahasa Inggris 6,0 (enam koma nol) pada rapor semester akhir.
  4. Usia minimal 17 tahun dan maksimal 22 tahun (dibuktikan dengan akte Kelahiran/ surat keterangan lahir).
  5. Tinggi badan minimal laki-laki 165 cm, perempuan minimal 158 cm, berat badan seimbang (ideal) berdasarkan hasil pengukuran yang dilaksanakan pada saat verifikasi dokumen asli.
  6. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, tidak memakai kacamata dan softlens, tidak tuli, dan tidak buta warna dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter RS. Pemerintah.
  7. Bagi pria tidak bertato/ bekas tato dan tidak ditindik/ bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
  8. Bagi wanita tidak bertato/ bekas tato dan tidak ditindik/ bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga.
  9. Bebas HIV/AIDS, bebas narkoba, hepatitis dan paru-paru sehat dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter dan Keterangan Hasil Rontgen dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah (dibawa pada saat Tes Kesehatan).
  10. Belum pernah menikah dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lurah/Kepala Desa dan sanggup tidak menikah selama pendidikan.
  11. Bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di seluruh Wilayah Indonesia dengan menandatangani surat perjanjian ikatan dinas selama 3 Tahun (POLTEKIM)
  12. Tidak pernah putus studi / drop out (DO) dari POLTEKIM dan atau Akademi kedinasan pemerintah lainnya;
  13. Membuat dan mengisi formulir pernyataan dan melengkapi surat-surat keterangan lainnya setelah dinyatakan diterima sebagai Siswa Ikatan Dinas.
  14. Tidak sedang menjalani ikatan dinas/pekerjaan dengan instansi pemerintah / BUMN / perusahaan lain

Alur Pendaftaran Calon Taruna POLTEKIM

  1. Calon taruna melakukan pendaftaran secara online melalui catar.kemenkumham.go.id
  2. Kemudian mengirim Berkas lamaran melalui jasa pengiriman Pos atau jasa pengiriman sejenis cap pos Pasar Baru Jakarta. Berkas lamaran ditujukan kepada Panitia Seleksi Siswa Ikatan Dinas Kementerian Hukum dan HAM Tahun ini dengan alamat Po Box 9999 Jakarta 10000.
  3. Berkas lamaran dimasukkan ke map warna BIRU, di luar map diberi keterangan seperti berikut : Nama , Tempat dan Tanggal Lahir, Alamat Sekarang, Nomor Telepon, Alamat Email
  4. Berkas lamaran yang dikirimkan terdiri dari :
  • Surat lamaran ditujukan Kepada Menteri Hukum dan HAM RI di Jakarta.
  • Fotokopi Ijazah / STTB dan transkrip nilai terakhir yang telah dilegalisir.
  • Fotokopi Nilai Rapor Semester akhir yang telah dilegalisir.
  • Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang telah dilegalisir.
  • Fotokopi akte kelahiran / surat keterangan lahir.
  • Surat keterangan berbadan sehat, tidak buta warna dan tidak tuli dari dokter RS. Pemerintah.
  • Surat keterangan belum pernah menikah dari Lurah/KepalaDesa sesuai domisili.
  • Pas photo berlatar belakang warna BIRU, berukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar (untuk kartu peserta ujian).
  • Tanda bukti cetak/print registrasi pendaftaran.
  • Surat pernyataan dari pelamar yang berisi tentang :
    • sanggup mentaati perjanjian ikatan dinas
    • sanggup mengganti seluruh biaya selama mengikuti pendidikan apabila mengundurkan diri
    • bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan, sanggup tidak menikah selama pendidikan dan tidak terikat dengan instansi pemerintah lain / swasta bermaterai Rp. 6000,-.
    • Surat pernyataan dapat diunduh di laman catar.kemenkumham.go.id

5. Khusus bagi pelamar lulusan SLTA Tahun ini, persyaratan kedua dan ketiga pada no. 4 dapat digantikan dengan melampirkan fotokopi Surat Keterangan Lulus dari Kepala Sekolah masing-masing

Tahapan Seleksi

Seleksi dilakukan menggunakan sistem gugur melalui beberapa tahapan berikut ini :

  1. Seleksi Administrasi.
  2. Tes Kompetensi Dasar (TKD).
  3. Tes Kompetensi Bidang (TKB), terdiri dari :
  • Tes Kesamaptaan.
  • Ujian Tulis Psikotes dan Wawancara Psikotes.
  • Tes Kesehatan.
  • Tes Pengamatan Fisik dan Keterampilan (PFK).

Jadwal Pelaksanaan

  • Pendaftaran dibuka  bulan Mei

Lain-lain

  1. Pendaftaran dan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya apapun
  2. Lokasi proses pelaksanaan seleksi berada di Jakarta.
  3. Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat.
  4. Apabila dikemudian hari terdapat keterangan yang tidak sesuai, Panitia Seleksi dapat menggugurkan kelulusan calon Siswa Ikatan Dinas
  5. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di alamat http://catar.kemenkumham.go.id

Itulah informasi tentang Pendaftaran POLTEKIM dan AIM. Apabila ada perubahan atau perbedaan informasi, maka yang berlaku adalah yang ada di website resmi POLTEKIM dan AIM.

Informasi Penerimaan Bintara Polri

Bintara Polri (Polisi Tugas Umum dan Polwan) T.A. 2018

Persyaratan Umum :

  1. warga negara Indonesia
  2. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  4. pendidikan paling rendah SMU/sederajat
  5. usia minimal 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri)
  6. sehat jasmani dan rohani
  7. tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat)
  8. berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela

Persyaratan Khusus :

  1. pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
  2. lulusan:
    1. SMA/sederajat:
      1. Bagi lulusan sebelum tahun 2018 melampirkan Nilai Ijazah (gabungan nilai rata-rata rapot ditambah nilai rata-rata ujian sekolah dibagi dua) minimal 60,00;
      2. Bagi lulusan tahun 2018 melampirkan Nilai Ijazah (gabungan nilai rata-rata Rapor ditambah nilai rata-rata USBN dibagi dua) minimal 70,00;
    2. lulusan D-III dengan IPK minimal 2,75 dan Akreditasi Prodi minimal B
  3. bagi yang masih duduk di kelas XII (lulusan tahun 2018) melampirkan nilai rata-rata rapor semester I minimal 70,00 dan setelah lulus melampirkan ijasah dengan akhir sesuai pada poin b;
  4. bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemenbuddikdasmen;
  5. umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri T.A. 2018:
    1. lulusan SMA/sederajat umur minimal 17 (tujuh belas) tahun 6 (enam) bulan dan maksimal 21 tahun;
    2. lulusan D-III umur minimal 17 (tujuh belas) tahun 6 (enam) bulan dan maksimal 24 tahun;
  6. belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah menikah dan atau mempunyai anak kandung/biologis bagi Casis pria serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus, dibuktikan dengan surat keterangan Lurah/Kades;
  7. tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
  8. dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
  9. berdomisili minimal 2 tahun  pada saat buka pendidikan di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga kecuali calon peserta Bintara Kompetensi Khusus tidak berlaku ketentuan domisili, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
  10. bagi calon/peserta yang berusaha menggunakan sponsor/koneksi/katabelece dengan cara menghubungi lewat telepon/surat atau dalam bentuk apapun kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain akan didiskualifikasi;
  11. bagi calon Bintara yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS;
  12. bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
    1. mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
    2. bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri;
  13. pendaftaran calon peserta dilaksanakan di tiap-tiap Polres/Pabanrim atau Subpanda sesuai dengan Kartu Tanda Penuduk (KTP)/Kartu Keluarga (KK)
  14. membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang di tandatangani oleh calon peserta, orang tua dan wali

Persyaratan Lainnya :

  1. Berijazah:
    1. lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS/Bahasa (bukan lulusan Paket A dan B) atau SMK sesuai dengan kompetensi tugas pokok Polri (kecuali Tata Busana dan Tata Kecantikan)
    2. lulusan D-III keperawatan dengan IPK minimal 2,75 dan Akreditasi Prodi minimal B kecuali yang berasal dari Polda Gorontalo, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dengan akreditasi minimal C dengan IPK minimal 2,80;
  2. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
    1. Pria : 165 cm;
    2. Wanita : 160 cm;
  3. tinggi badan khusus Etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat):
    1. Daerah Pesisir :
      1. Pria : 163 cm;
      2. Wanita : 158 cm;
    2. Daerah Pegunungan:
      1. Pria : 160 cm;
      2. Wanita : 155 cm;
  4. pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili;

Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :

  1.  sistem gugur:
    1. pemeriksaan administrasi awal dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    2. pemeriksaan dan pengujian psikologi tahap I dengan penilaian secara kuantitatif;
    3. pemeriksaan kesehatan tahap I dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    4. pengujian kesamaptaan jasmani dengan penilaian secara kuantitatif;
    5. pemeriksaan antropometri dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    6. pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa) dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    7. pemeriksaan psikologi tahap II (wawancara) dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    8. pendalaman PMK dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    9. pemeriksaan administrasi akhir dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
  2. sistem rangking;
    • pengujian akademik penilaian secara kuantitatif dengan materi sebagai berikut:
      • pengetahuan umum;
      • Bahasa Indonesia;
      • Bahasa Inggris;
  3. sidang terbuka penetapan kelulusan sementara dan kelulusan akhir;

Untuk Pendaftaran klik Link ini: http://www.penerimaan.polri.go.id/

Lihat Program Bimbel Persiapan Tes Polisi di Praja Edukasi klik disini

 

Informasi Penerimaan Bintara TNI

Persyaratan Umum:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945.
  4. Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan
  5. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia.
  6. Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata.
  7. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Persyaratan lain:

A. laki-laki dan atau perempuan, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI;

B. berijazah serendah-rendahnya SMA/MA/SMK baik negeri atau swasta yang terakreditasi sesuai kebutuhan, dengan persyaratan nilai rata-rata sebagai berikut :

  1. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2012, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6,8;
  2. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2013 dan 2014, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6;
  3. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2012 s.d. 2016 khusus Putra Asli Daerah Papua serta pulau terluar/perbatasan/pedalaman, lulus ujian nasional dan tidak dipersyaratkan nilai rata-rata minimal;
  4. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015, nilai ujian nasional minimal 55;
  5. 5. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2016, nilai ujian nasional minimal 50; dan
  6. lulusan SMA/MA/SMK tahun 2017 ditentukan kemudian.
  7. memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk laki-laki dan 157 cm untuk perempuan serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku;
  8. belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan;
  9. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun;
  10. bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  11. harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi :
  1. administrasi;
  2. kesehatan;
  3. jasmani;
  4. mental ideologi
  5. psikologi; dan
  6. akademik.

Informasi Penerimaan STTD

STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)

Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung dibawah Kementerian Perhubungan. Cikal bakal Sekolah Tinggi Transportasi Darat bermula dari didirikannya Akademi Lalu Lintas (ALL) pada tanggal 8 September 1951 oleh Presiden Ir. H. Soekarno. Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak melakukan kegiatan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas jalan lahirlah gagasan untuk mengaktifkan kembali Akademi Lalu Lintas. Pada tanggal 5 Desember 1980, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut – sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas.

BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi tenaga ahli yang lebih tinggi serta perkembangan sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun 2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Sekolah Tinggi ini menyelenggarakan 1 Program Diploma II, 3 Program Diploma III dan 1 Program Diploma 4

Tahapan tes yang akan dilalui oleh peserta STTD:

  1. Seleksi administrasi meliputi kelengkapan persyaratan administrasi
  2. Tes Kemampuan Dasar (TKD)
  3. Seleksi Tahap I: Tes Potensi Akademik (TPA)
  4. Seleksi Tahap II: Tes Psikotes
  5. Seleksi Tahap III: Tes Kesehatan
  6. Seleksi Tahap IV: Kesamaptaan dan Tes Wawancara

 

Lokasi Tes:

Tes dilaksanakan di SATKER/ UPTBP SDMP dan Dinas Perhubungan Provinsi. Selengkapnya          dapat dilihat di portal panselnas.id

Website Resmi  : http://www.sttd.ac.id/

Informasi Pendaftaran STAN

SYARAT PENDAFTARAN STAN

  1. Lulusan (tahun 2017 dan sebelumnya) atau calon lulusan (tahun 2018) semua Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat.
  2. Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) bagi pendaftar:
  3. Untuk lulusan tahun 2017 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata ujian tulis pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00 (prediksi) atau
  4. Untuk calon lulusan tahun 2018, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen PENGETAHUAN pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas XII) tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00 (prediksi)atau 2,80 dengan skala 4,00, dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan telah dinyatakan lulus dan memiliki nilai rata-rata ujian tulis pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00 (prediksi)
  5. Usia berdasarkan tanggal lahir yang tercantum dalam rapor atau ijazah tidak lebih dari 20 tahun 0 bulan 0 hari pada tanggal 1 September 2018 (lahir tidak lebih awal dari tanggal 1 September 1998).
  6. Berbadan sehat dan bebas dari napza (narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).
  7. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
  8. Khusus program studi Kepabeanan dan Cukai ditambahkan persyaratan sebagai berikut :

Untuk program studi Diploma I:

  • Laki-laki tinggi badan minimal 165 cm
  • Perempuan tinggi badan minimal 155 cm

Untuk Program studi Diploma III:

  • Berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan minimal 165 cm
  • Tidak Cacat Badan;
  • Tidak Buta Warna; dan
  • Untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dan/atau silindris dapat diberikan toleransi maksimal sampai ukuran 2 dioptri.
  1. Menyetor biaya pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah). Biaya tersebut sudah termasuk biaya pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar berdasarkan PP Nomor 63 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Kepegawaian Negara.
  2. Pendaftar tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa di PKN STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

TATA CARA PENDAFTARAN

  1. Tahapan pendaftaran meliputi:
  2. Registrasi peserta dan pemilihan sekolah kedlnasan: PKN STAN melalui portal http://sscndikdin.bkn.go.ld pada tanggal 9-30 April 2018. Peserta hanya boleh mendaftar di satu sekolah kedinasan pada Kementerian/Lembaga dan apabila pelamar diketahui mendaftar lebih dari satu sekolah kedinasan pada Kementerian/Lembaga, make yang bersangkutan dinyatakan gugur;
  3. Pengisian formulir pendaftaran online {e-registration) melalui portal http://spmb.pknstan.ac.id pada tanggal 9-30 April 2018 yang terdiri dari tahapan sebagai berikut:
  • Login dengan menggunakan username dan password yang didaftarkan pada portal http://sscndikdin.bkn.ao.id:
  • Mengisi data   pilihan   unit  penempatan  (Kementerian   Keuangan  atau Non-Kementerian Keuangan);
  • Mengisi data pilihan spesiaiisasi;
  • Mengisi formulir pendaftaran online dan mengunggah pas foto (berlatar belakang merah, mengenakan kemeja putih polos, dan bagi peserta wanita yang berjilbab mengenakan jilbab  warna   putih    polos),  dan  dokumen  yang  dipersyaratkan (ijazah/rapor dan identitas diri). Bagi pendaftar calon lulusan tahun 2018 mengunggah Surat Keterangan  Mengikuti Ujian  Nasional yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah/pejabat yang berwenang;
  • Mengunci data dan mendapatkan kode MVA {Mandiri Virtual Account)]
  • Menyetor biaya pendaftaran sesuai dengan ketentuan; dan
  • Mengunduh dan mencetak Bukti Peserta Ujian (BPU).
  1. Calon peserta Program Afirmasi mengunggah tambahan dokumen sebagai berikut:
  2. Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah SMU/SLTA dari wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur dengan ketentuan setiap 1 (satu) SMA/SLTA hanya mencalonkan 1 (satu) siswa terbaiknya ;
  3. Ijazah SO dan Ijazah SMP atau Akta Kelahiran, KTP ayah atau ibu kandung, dan Surat Keterangan Hubungan Keluarga dari Kelurahan/Kepala Desa.

Continue reading “Informasi Pendaftaran STAN”

Informasi Pendaftaran STIS

INFORMASI SYARAT MASUK STIS (SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK)

  1. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di lapangan), tidak buta warna, dan bebas narkoba;
  2. Program Diploma Empat (D4):
    1. Siswa Kelas XII SMA/MA Jurusan IPA Tahun Ajaran 2017/2018 atau;
    2. Lulusan SMA/MA Jurusan IPA sebelum Tahun Ajaran 2017/2018 dengan umur tidak lebih dari 22 tahun per 1 Oktober 2018;
    3. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 (prediksi) atau B pada rapor kelas XII semester I;
  3. Program Diploma Tiga (D3): (Khusus Pendaftar yang berdomisili pada wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung)
    1. Siswa Kelas XII SMA/MA Jurusan IPA/IPS Tahun Ajaran 2017/2018 atau ;
    2. Lulusan SMA/MA Jurusan IPA/IPS sebelum Tahun Ajaran 2017/2018 dengan umur tidak lebih dari 22 tahun per 1 Oktober 2018;
    3. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 (prediksi) atau B pada rapor kelas XII semester I;
  4. Lulus Ujian Nasional dan memiliki bukti berupa Ijazah atau Surat Keterangan Lulus pengganti ijazah sementara.
  5. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS sampai dengan pengangkatan PNS;
  6. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain;
  7. Bersedia mematuhi peraturan STIS;
  8. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di STIS;
  9. Setelah lulus pendidikan di STIS, bersedia ditempatkan di unit kerja Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia sampai ke tingkat kabupaten/kota.

Didalam persyaratan ini tidak ada ketentuan tinggi badan, minus mata, asalkan memenuhi persyaratan, kamu bisa masuk STIS.


Seleksi Penerimaan STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program Diploma IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958, memanggil pemuda-pemudi terbaik Indonesia lulusan sekolah menengah umum jurusan IPA untuk dididik menjadi ahli statistik. STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik
Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang siap dan mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

STIS mempunyai dua jurusan: Jurusan Statistika (Ekonomi dan Sosial-Kependudukan) dan Jurusan Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.Tenaga Pengajar merupakan lulusan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan jenjang S2 dan S3 Lulusan STIS mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T.).

Bagi kalian yang ingin mendfatar di STIS, berikut kami infromasikan tahapan – tahapan seleksi yang akan dilalui:

  1. Tahap 1: Tes Potensi Akademik (TPA) meliputi Matematika
  2. Tahap 2: Tes Kemampuan Dasar (TKD)
  3. Tahap 3: Tes Psikotes
  4. Tahap4: Tes Kesehatan

Lokasi Tes:

Setiap tahapan seleksi dilaksanakan diseluruh Ibukota Provinsi dan beberapa Ibukota Kabupaten secara serentak dan berlaku sistem gugur.

Website Resmi  : https://www.stis.ac.id

Informasi Pendaftaran IPDN

Kelas Intensive IPDN
Program Jaminan Lulus TKD (CAT)
dibuka terbatas hanya 2 kelas.

Belajar 30 April sampai 20 Mei.

Paket Classic; 21 Jam atau 14 kali pertemuan, biaya hanya Rp. 1.890.000 (satu juta delapan ratus sembilan puluh ribu rupiah). Materi Tes Inteligensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Karakteristik Kepribadian (TKP).

Paket Gold; 36 Jam atau 24 kali pertemuan, biaya hanya Rp. 2. 790.000 (dua juta tujuh ratus sembilan puluh ribu rupiah). Materi Tes Inteligensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Karakteristik Kepribadian (TKP) dan Psikologi.

Daftarkan diri Anda sekarang
www.prajaedukasi.com/cabang

Continue reading “Informasi Pendaftaran IPDN”

Informasi Pendaftaran AKMIL

PENERIMAAN TARUNA AKMIL 

1.Warga Negara Indonesia.

2.Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.

4.Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan

5.Sehat jasmani dan rohani.

6.Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

7.Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri (dilengkapi pada saat calon mengikuti pemeriksaan Psikologi).

8.Pria, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri dan PNS TNI.

9.Berijazah SMA/MA program IPA/IPS atau yang setara, dengan ketentuan nilai UAN sebagai berikut :

-Lulusan Tahun 2013, Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata (gabungan nilai UN dan nilai ujian sekolah) minimal 7,25 dan tidak ada nilai di bawah 6 di dalam kolom nilai akhir;

-Lulusan tahun 2014, Lulus Ujian Akhir Nasional dengan nilai akhir rata-rata (gabungan nilai  UN dan nilai ujian sekolah) minimal 6,87;

-Lulusan tahun 2015, Lulus Ujian Akhir Nasional dengan nilai akhir rata-rata (gabungan nilai UN dan nilai ujian sekolah) minimal 6,25;

-Lulusan tahun 2016, Lulus Ujian Akhir Nasional dengan nilai rata-rata minimal 60,00 dan tidak ada nilai mata pelajaran di bawah 40,00 di dalam kolom nilai UN.

-Lulusan tahun 2017, Lulus Ujian Akhir Nasional dengan nilai rata-rata minimal 55,00 dan tidak ada nilai mata pelajaran di bawah 50,00 di dalam kolom nilai UN.

10.Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama.

11.Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

12.Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.

13.Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

14.Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali dan orang tua/wali selama proses penerimaan tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan dalam bentuk apapun.

15.Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.

16.Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat.

17.Bagi yang sudah bekerja :

-Melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/instansi ybs.

-Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Taruna Akmil.

18.Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan. Continue reading “Informasi Pendaftaran AKMIL”

Informasi Pendaftaran AKPOL

AKPOL (Akademi Kepolisian) T.A. 2018

Persyaratan Umum :

  1. warga Negara Indonesia (pria atau wanita)
  2. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
  4. sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)
  5. berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri
  6. tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari polres setempat
  7. berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
  8. lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian

Persyaratan Khusus :

  1. pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
  2. berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat jurusan IPA/IPS (bukan lulusan Paket A,B dan C)  dengan ketentuan:
    1. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai gabungan):
      1. tahun 2013 dengan nilai rata-rata minimal 7,0;
      2. tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
      3. tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      4. tahun 2018 akan ditentukan kemudian;
    2. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat:
      1. tahun 2013 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
      2. tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,0;
      3. tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      4. tahun 2018 akan ditentukan kemudian;
    3. bagi  lulusan  tahun  2018 (yang masih kelas XII)  nilai  rapor rata-rata kelas XII semester I minimal  70,00  dan  setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
    4. bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00;
  3. ketentuan tentang Ujian Nasional perbaikan:
    1. bagi lulusan 2014 s.d. 2017 yang mengikuti Ujian Nasional (UN) perbaikan dapat mengikuti seleksi penerimaan Taruna Akpol T.A. 2018 dengan ketentuan nilai rata-rata memenuhi persyaratan;
    2. sedangkan calon peserta yang mengulang di kelas XII baik disekolah yang sama atau di sekolah yang berbeda tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan Taruna Akpol T.A. 2018;
  4. berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
  5. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
    1. Pria      : 165  (seratus enam puluh lima) cm;
    2. Wanita  : 163  (seratus enam puluh tiga) cm;
  6. belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi peserta calon Taruni dan belum pernah punya anak kandung/biologis bagi peserta calon Taruna serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
  7. tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
  8. bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal karena pidana/asusila atau Taruna/i yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak dapat mendaftar kembali;
  9. dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
  10. membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang di tandatangani oleh calon peserta, orang tua dan wali;
  11. bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemenbuddikdasmen;
  12. berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
  13. bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
  14. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri;
  15. memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
  16. tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
  17. bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS kesehatan;
  18. bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
    1. mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
    2. bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna Akpol;

Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :

  1. tingkat Panda meliputi materi seleksi sebagai berikut:
    1. sistem gugur meliputi:
      1. pemeriksaan administrasi awal dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      2. pemeriksaan psikologi tahap I (tertulis) dengan penilaian secara kuantitatif;
      3. pemeriksaan kesehatan tahap I dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      4. pengujian jasmani dengan penilaian secara kuantitatif;
      5. antropometri dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      6. pemeriksaan kesehatan tahap II dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      7. pendalaman Penelusuran Mental Kepribadian dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      8. pemeriksaan psikologi tahap II (wawancara) dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      9. pemeriksaan administrasi akhir dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    2. sistem rangking dalam pengujian akademik dengan penilaian secara kuantitatif yang meliputi:
      1. pengetahuan umum;
      2. bahasa Indonesia;
      3. matematika (IPA dan IPS);
    3. sidang terbuka penetapan kelulusan Panda;
  2. tingkat Panpus meliputi materi seleksi sebagai berikut:
    1. sistem gugur meliputi:
      1. pemeriksaan administrasi dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      2. pemeriksaan kesehatan dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      3. pemeriksaan psikologi wawancara dengan penilaian secara kuantitatif;
      4. pendalaman PMK dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
      5. pengujian jasmani dengan penilaian secara kuantitatif;
      6. antropometri dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
    2. sistem ranking.
      1. pengujian akademik dengan penilaian secara kuantitatif yang meliputi uji TPA dan Bahasa Inggris;
      2. pemeriksaan penampilan;
    3.  sidang terbuka penetapan kelulusan tingkat pusat;

Untuk Pendaftaran klik Link ini: http://www.penerimaan.polri.go.id/

Lihat Program Bimbel Persiapan Tes Polisi di Praja Edukasi klik disini